Thursday, August 23, 2018

Kisahku di Agustus



 Persiapan sebelum Upacara Bendera 
dalam rangka memperingati HUT RI yan ke 73

     Awal Agustus tadi sempat jalan ke mall. Karena memang ini bulan kemerdekaan, jadi yang diputer-puter dari speaker mall adalah lagu-lagu Nasional. Pas waktu itu kena lagu "Gugur Bunga". Aku tiba-tiba aja ngomong ke suamiku, "Yank, aku gak suka lagu ini".
Dia langsung mendelikkan matanya ke arahku dan bertanya namun lebih kepada memastikan, "Lagu Gugur Bunga?".
"He'em", jawabku sambil mengangguk.
"Kenapa? Ini kan lagu perjuangan?!" katanya.
"Bukan kayak gitu maksudku. Maksudku.. Ini tuh lebih kayak lagu pembunuhan, pembantaian.. Aku gak suka aja. Gak tau kenapa", jawabku.
Suamiku hanya terdiam.
Mungkin dia memikirkan jawabanku atau hanya merasa gak perlu ambil pusing dengan apa yang baru aku katakan. Entahlah.
     Tapi, jujur.. Setiap aku mendengar instrumental lagunya, aku kayak gak tahan. Maaf, bukan bermaksud apa-apa, hanya saja otomatis di mataku kebayang warna merah marun di mana-mana, aroma anyir darah serasa ada di sekitarku.
Sadis kurasa. Padahal cuma ngebayangin. Gimana waktu itu para pahlawan yang sudah berjuang demi bangsa ini? Melihat langsung, mengalami sendiri.. Sedih aja pokoknya.
Klo dengar lagu ini, moodku langsung berubah drastis. Kadang malah jadi pusing.
Sedih ih.
Sedih, sedih, sedih pokoknya.
Klo upacara kayaknya gak cukup klo cuma menundukkan kepala mengenang beliau-beliau, para pahlawan bangsa. Harus sambil berdoa buat mereka yang berjihad atas nama bangsa dan negara Indonesia.
Semoga rahmat Allah selalu tercurah untuk bangsa kita dan kita menjadi bangsa yang terus menghargai perjuangan para pahlawan kita. Aamiin

Catatan ini diambil dari Jurnal Ellena

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...