Percobaan Cahaya

Siswa Kelas IV SDN Belitung Utara 1 sangat antusias dalam melakukan percobaan tentang cahaya.

Membuat Cakram Warna

Belajar membuat cakram warna untuk membuktikan cahaya matahari yang putih berasal dari beberapa warna.

Pramuka di SDN Belitung Utara 1

Asyik dan semangatnya pramuka siaga dan penggalang dalam latihan rutin Pramuka.

Tuesday, July 7, 2020

Persiapan Pembelajaran di Era New Normal


Assalamualaikum wr wb

Pada tanggal 13 Juli 2020 ini, tahun pelajaran baru 2020/2021 akan segera dimulai. Pembelajaran di tahun pelajaran ini pastinya akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pandemi yang masih belum berakhir akan berdampak pada kegiatan pembelajaran. Apakah Bapak/Ibu Guru sudah mempersiapkan program pembelajarannya?

Sebelum kita merencanakan program pembelajaran, sebaiknya kita petakan dulu siswa dengan 3 kategori berikut ini:
1. Siswa yang mampu belajar online dan punya gadget sendiri.
2. Siswa yang mampu belajar online tetapi gadget bukan milik sendiri.
3. Siswa yang tidak mampu belajar online.

Setelah kita petakan siswa, kita dapat membuat program sesuai dengan kategori tersebut. Dalam kondisi sekarang ini, guru tidak dituntut untuk menuntaskan seluruh materi. Pilihlah materi yang esensial dan memang sangat penting untuk menunjang pendidikan siswa. Materi diharapkan tidak terlalu banyak, cukup ambil poin-poin pentingnya saja.

Program apa saja yang bisa digunakan di era New Normal ini?

Ada beberapa program pembelajaran yang bisa kita terapkan di era new normal ini. Mudah-mudahan ini bisa menjadi inspirasi bagi guru-guru seluruh Indonesia. Ayo kita simak satu per satu:

1. Pembelajaran Daring via WA

Pembelajaran daring via WA ini sangat mudah dilaksanakan. Siswa maupun orang tua sudah sangat familiar dengan medsos yang satu ini. Pembelajarannya bisa dengan cara membuat grup khusus ataupun dengan cara broadcast (Pesan Siaran). Kita juga bisa tahu siapa-siapa yang sudah baca pesan kita di WA. 

Jika kita menggunakan Grup WA untuk memberikan materi, sebaiknya kita atur dulu setelan grup agar yang bisa kirim pesan hanya admin. Kita juga bisa mengirimkan video untuk menambah pemahaman materi siswa. Selain itu, kita bisa memberikan link artikel maupun link youtube yang berkenaan dengan materi.

Untuk penugasan bisa kita tulis secara langsung dipesan, kirim file tugas, atau tugas yang ada kita tulis di kertas - difoto - kemudian dikirim ke grup. Kalau bisa membuat soal online juga lebih mantap. Soal online bisa menggunakan quizziz atau google formulir. Untuk pengumpulan tugas bisa dengan menulis jawaban di kertas kemudian difoto dan dikirim secara japri ke guru. Kelemahannya sih memori HP guru akan segera penuh dengan foto-foto tugas siswa. Selain itu, tidak mudah memanajemen tugas siswa dan penilaiannya.

2. Pembelajaran Daring Via Google Classroom (GC)

Kelemahan pada Grup WA yang akan memakan memori HP dan tidak mudahnya manajemen tugas/penilaian dapat diatasi dengan Google Classroom. Google Classroom adalah layanan yang dikembangkan google untuk sekolah yang bertujuan untuk menyederhanakan membuat, mendistribusikan, dan menilai tugas dengan cara tanpa kertas. Istilah lainnya adalah kelas online. 

Di Google Classroom ini, pengumpulan tugas yang berupa foto atau file tidak akan masuk ke memori HP melainkan masuk ke penyimpanan online GC. Selain itu, kita bisa menilai secara langsung pada GC dan nilai siswa akan terorganisir dengan rapi.Di GC kita juga bisa memasukkan game interaktif, geogebra, dan lainnya. 

Video tutorial tentang GC bisa didapatkan di Youtube. Banyak sekali video tutorial yang bisa kita tonton dan kerjakan. Sekarang guru-guru banyak jadi youtuber 😃

Pembelajaran daring ini khusus untuk siswa kategori 1 dan 2, lalu bagaimana dengan siswa kategori 3? Ayo kita simak lagi 

3. Home Visit (Mengajar ke rumah siswa langsung)

Siswa yang tidak mampu belajar secara daring, mau tidak mau belajar secara luring. Salah satunya adalah mengunjungi ke rumah-rumah siswa untuk memberikan materi dan tugas. Jika menggunakan program ini, pastikan sudah sesuai dengan protokol kesehatan. Kelemahannya sih guru akan kerepotan jika mengunjungi satu per satu. Apalagi jika siswa kategori 3 ini sangat banyak. Siswa kategori 1 dan 2 juga bisa dikunjungi jika memang memerlukan bimbingan khusus.

Home Visit ini harus direncanakan dan terjadwal. Kunjungan ini bisa dilaksanakan seminggu sekali kepada siswa. Saat kita mengunjungi siswa, sebaiknya bawakan buku untuk dia belajar. Setelah kita membimbing dan memberikan materi, sebaiknya berikan tugas untuk dikumpul di minggu berikutnya.

4. Siswa Datang Ke Sekolah 

Siswa bisa kita minta datang ke sekolah untuk mengambil materi dan tugas yang akan dikerjakan. Bisa setiap 3 hari sekali atau seminggu sekali. Untuk program ini harus direncanakan dan terjadwal juga. Jika memilih seminggu sekali, siswa bisa diminta datang ke sekolah pada hari tertentu misalnya hari Senin untuk mengambil materi dan tugas serta mengumpulkan tugas sebelumnya. Guru bisa menyiapkan materi untuk siswa ini ataupun memberikan buku yang menunjang pembelajarannya. Pastikan sudah mematuhi protokol kesehatan ya.

5. Guru Mengantar Materi dan Tugas Ke Rumah Siswa

Ini kebalikan yang nomor 4 tadi. Gurunya langsung yang mengunjungi siswa ke rumah dan memberikan materi dan tugas. Ini beda dengan Home Visit. Kalau ini hanya sekedar mengantarkan materi dan tugas.

Itulah beberapa program yang bisa digunakan untuk pembelajaran di era new normal. Jika ada ide yang lain boleh ditulis dikolom komentar ya. 

Apakah Anda Guru SD/MI?

Sebaiknya Anda bergabung di Grup Telegram Guru SD/MI Se-Indonesia agar bisa saling diskusi dan bertukar pikiran. Klik link ini untuk bergabung

Selain itu ada juga Channel Telegram Guru SD yang berisi informasi seputar dunia pendidikan dan berbagi administrasi secara GRATIS. Informasi tentang pelatihan-pelatihan juga sering dibagikan. Klik link di bawah ini untuk bergabung

Semoga postingan ini bermanfaat untuk guru-guru seluruh Indonesia.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...